Wakil Bupati H Kasmidi Bulang menghadiri rapat koordinasi dan penyepakatan deliniasi penyusunan materi teknis rencana rinci tata ruang (RRTR) KEK Maloy

SANGATTA- Kepala Subdit Penataan Kawasan Ekonomi Direktorat Jenderal Tata Ruang Doni Janarto mengatakan bahwa KEK Maloy sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang pembangunannya diprioritaskan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 tahun 2010. Yakni dalam penyelenggaraan tata ruang kewenangan bahwa Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi yang memiliki kewenangan dalam penataan ruang kawasan KEK.

"Dalam kontek ini kami hanya sebagai fasilitator, bukan untuk menyusun tata ruang kawasan," terang Doni.

Namun dia mengharapkan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Yakni dalam penyiapan informasi data dan pelaksana kegiatan yang akan dilaksanakan.

Dikatakan olehnya, KEK merupakan salah satu penjabaran dari Nawacita Presiden RI sesuai butir 3,6 dan 7. Intinya menekankan upaya Pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, tidak hanya dari Jawa saja. Serta untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing ekonomi nasional dan mendorong kemandirian ekonomi.

"Ini merupakan suatu momentum yang bisa memanfaatkan program-program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah disekitarnya. Karena sebagaimana kita ketahui 70 persen industri saat ini ada di pulau Jawa dan 24 persen di Sumatera. Hanya 6 persen ada diluar Jawa dan Sumatera, " ucapnya.

Urgensi penataan kawasan penting, karena KEK nantinya akan menjadi semacam mesin penggerak ekonomi lokal. Kedepan diharapkan Kutim merasakan dampak serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berikutnya berimplikasi meningkatkan dinamika pembangunan disekitar kawasan. (HumasKutim)

Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan (SIPP)