TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA. Pembangunan oleh Pemerintah Pusat melalui dana APBN tahun 2020 yang mengarah ke Kabupaten Kutai Timur, terus bergulir.

Setelah usulan bedah rumah dan program air bersih mendapat persetujuan, terbaru, APBN 2020 akan menyentuh infrastruktur jalan nasional di wilayah pesisir dan pedalaman Kutai Timur.

Hal ini diungkapkan Irwan, wakil rakyat asal Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur yang duduk di Komisi V DPR RI, Minggu (5/1/2020). Duduk di bidang infrastruktur dan perhubungan, Irwan terus melakukan penekanan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur dan Kutai Timur, khususnya.

Tahun ini, program infrastruktur jalan yang akan dilakukan menyasar jalan nasional di Kutim. Nama programnya, pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional di wilayah Kutai Timur, dengan 32 program pekerjaan senilai total Rp 216 miliar, di luar jalan poros Sangatta-Bontang, ungkap Irwan, melalui pesan pendek yang dikirim, Minggu (5/1/2019).

Program pembangunan jalan nasional tersebut, di antaranya, pembangunan jalan akses menuju Pelabuhan Sangatta ( Kenyamukan ) sepanjang 1,9 km, preservasi rutin dan preservasi jembatan di ruas jalan Sangatta Simpang Perdau sepanjang 0,03 Km. Selain itu akses Batu Ampar - SP3 Muara Wahau sepanjang 0,10 Km, SP3 Muara Wahau-Kelay-Labanan sepanjang 0,70 Km, Simpang Perdau-Muara Lembak-Pelabuhan Ronggang 0,23 Km dan Simpang Perdau Batu Ampar 0,23 Km.

Sedangkan program preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional, dilakukan pada ruas jalan Sangatta-Simpang Perdau sepanjang 44,52 Km, Batu Ampar SP3 Muara Wahau sepanjang 34,36 Km, SP3 Muara Wahau-Kelay-Labanan sepanjang 172,34 Km, Simpang Perdau-Muara Lembak Pelabuhan Ronggang sejauh 100,86 Km dan Simpang Perdau Batu Ampar sejauh 91,43 Km.

Untuk peningkatan kapasitas jalan nasional dilakukan dengan konsep multiyears.Karena ruas jalan yang dibangun cukup panjang, sehingga membutuhkan waktu yang panjang pula. Intinya yang multiyears itu adalah kegiatan rekonstruksi jalan terutama yang rigid pavement, baik yang menuju Pelabuhan Ronggang dari Muara Lembak maupun yang menuju Muara Wahau dari Simpang Perdau, ungkap Irwan.

Pekerjaan preservasi dan rekonstruksi jalan, dikerjakan pada 2020 ini dan ditargetkan rampung pula pada 2020. Sementara untuk pembangunan jalan dan peningkatan kapasitas jalan, dikerjakan secara multiyears. Januari, kita harapkan semua program sudah dilakukan lelang di Kementerian PUPR RI, sehingga target rampung pada akhir 2020, tidak meleset, ujarnya.

Penulis: Margaret Sarita

Editor: Mathias Masan Ola