SANGATTA Forum Group Discussion (FGD) Resolusi Konflik Sektor Perkebunan dan Sektor Pertambangan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Bappeda Kutim, Senin (2/3/2020) kemarin berhasil menelurkan beberapa poin penting. FGD hasil kolaborasi dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang ini dipimpin Asisten Perekonomian Pembangunan Seskab Kutim Suroto.

Apa saja hal-hal penting yang menjadi kesimpulan FGD tersebut? Kesatu, sektor perkebunan (pertanian dalam arti luas) dan sektor pertambangan, merupakan sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap PDRB (produk daerah regional bruto) Kabupaten Kutim. Pada 2019, sektor pertambangan memiliki kontribusi terhadap PDRB sebesar 81,29 persen dan sektor perkebunan sebesar 7,81 persen.

Sehingga dua sektor ini merupakan sektor unggulan bagi Kabupaten Kutai Timur. Sektor dominan ini patut mendapat perhatian yang khusus, kata Suroto usai pelaksanaan FGD. Selanjutnya, FGD memberi kesimpulah bahwa faktor-faktor pemicu konflik di sektor perkebunan dan pertambangan memiliki spektrum yang luas. Mulai dari permasalahan sederhana hingga pada permasalahan yang kompleks. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan mediasi dalam rangka mencari jalan keluar yang optimal.

Salah satu upaya pendekatan dalam rangka menemukan model resolusi konflik adalah melalui kajian-kajian ilmiah, tambah Suroto yang pernah menjabat Sekretaris DPRD Kutim. Suroto menjelaskan bahwa dalam FGD diluar pengertian konflik menurut Greenberg dan Baron (1995). Yakni perbedaan kepentingan antara individual atau kelompok, adanya kepentingan yang berlawanan. Adanya keyakinan dari Individu atau kelompok terhadap halangan kepentingannya. Serta tindakan yang menghalangi kepentingan pihak lain.

Berangkat dari permasalahan konflik di sektor perkebunan dan pertambangan tersebut. Maka perlu dilakukan kajian untuk mencari akar permasalahan yang paling mendasar. Serta menemukan model atau formula resolusi konflik yang sesuai dengan fenomena permasalahan yang dihadapi, jelas Suroto lagi. Dalam FGD ini dipaparkan laporan pendahuluan kajian sector perkebunan dan pertambangan di Kutim. Pada momen tersebut, berbagai pihak dapat memberikan masukan konstruktif. Untuk melengkapi wacana dari kajian. Sehingga diharapkan akan menghasilkan permasalahan secara komprehensif.

FGD kali ini melibatkan Pemkab Kutim, perusahaan pertambangan, perusahaan perkebunan. Mitra pembangunan antara lain GIZ SCPOP, Earthwarm Foundation, Kalfor-UNDP, LSM hingga serikat pekerja.